Cara Mengolah Jagung untuk Pakan Ternak agar Nutrisi dan Mutu Terjaga

Jagung menjadi sumber energi dalam ransum ternak karena kandungan patinya cukup tinggi untuk menunjang pertumbuhan dan produksi. Namun, kualitas bahan, ukuran gilingan, dan campuran nutrisi tetap menentukan hasil pemberian pakan sebelum peternak mencampurnya dengan bahan lain.

Pengolahan dimulai dari pemilihan tongkol hingga penyimpanan jagung pipilan sebelum pencampuran ransum. Petani juga dapat mengolah batang dan daun sebagai hijauan, tetapi prosesnya berbeda dari pengolahan biji dan tujuan pemeliharaan.

Cara Mengolah Jagung untuk Pakan Ternak

1. Memilih dan Memeriksa Jagung

Pilih tongkol matang dengan biji terisi baik, lalu singkirkan hasil busuk, berjamur, atau rusak berat. Bahan tercemar dapat menurunkan mutu pakan dan membahayakan ternak.

Periksa warna, bau, dan permukaan biji sebelum mengolahnya. Jangan gunakan jagung berjamur atau berbau apek karena kapang tertentu dapat menghasilkan mikotoksin.

2. Memipil Biji dari Tongkol

Lepaskan biji dari tongkol memakai alat manual atau mesin sesuai kapasitas panen. Untuk jumlah besar, Mesin Pemipil Jagung mempercepat pemisahan biji dari tongkol.

Siapkan wadah penampung dan periksa bagian penggerak sebelum mesin beroperasi. Masukkan tongkol bertahap sesuai petunjuk, lalu tampung biji dan tongkol kosong secara terpisah.

3. Mengeringkan Jagung Pipilan

Hamparkan biji di atas terpal bersih atau gunakan mesin pengering agar kadar air turun merata hingga bagian dalam biji. Balik hamparan secara berkala dan lindungi bahan dari hujan, debu, serta hewan.

Sesuaikan kadar air dengan tujuan penggunaan dan lama penyimpanan, lalu ukur memakai moisture meter bila tersedia. Jagung lembap mudah ditumbuhi kapang, sehingga jangan menyimpannya lama dalam karung tertutup.

4. Membersihkan dan Menyortir Biji

Ayak jagung untuk memisahkan serpihan tongkol, debu, batu kecil, dan benda asing. Singkirkan biji pecah, berubah warna, atau menunjukkan tanda serangan jamur.

Gunakan blower terkontrol untuk mengangkat kotoran ringan tanpa menerbangkan banyak biji bernas. Periksa sampel dari beberapa bagian tumpukan agar hasil sortasi lebih merata.

5. Menggiling Jagung Sesuai Jenis Ternak

Giling biji dengan hammer mill atau mesin penggiling hingga ukuran partikel sesuai jenis ternak dan bentuk ransum tanpa menyisakan biji utuh terlalu besar. Ukuran gilingan untuk unggas dapat berbeda dari kebutuhan sapi atau kambing.

Hindari menggiling terlalu halus tanpa alasan karena ukuran partikel memengaruhi konsumsi dan pencernaan. Gunakan saringan yang sesuai dan simpan hasil gilingan dalam wadah bersih.

6. Memanfaatkan Bagian Tanaman Selain Biji

Petani dapat mencacah batang dan daun jagung sebagai hijauan untuk sapi, kambing, atau domba. Berikan dalam kondisi segar atau olah menjadi silase melalui pencacahan, pemadatan, dan penyimpanan kedap udara.

Tongkol dan kelobot juga dapat menjadi bahan tambahan setelah dicacah atau diproses sesuai formulasi. Namun, bahan berserat ini tidak dapat menggantikan seluruh kebutuhan energi, protein, mineral, dan vitamin, terutama bagi ternak pemamah biak.

7. Mencampur Jagung dengan Bahan Pakan Lain

Gunakan jagung sebagai sumber energi, lalu padukan dengan bahan berprotein seperti bungkil kedelai atau bahan lokal yang sesuai. Tambahkan mineral, vitamin, dan serat berdasarkan spesies, umur, serta tujuan pemeliharaan ternak.

Jangan menentukan komposisi hanya berdasarkan perkiraan karena kebutuhan ayam, sapi, dan kambing berbeda. Konsultasikan formulasi ransum dengan ahli nutrisi atau petugas peternakan.

8. Menyimpan dan Memberikan Pakan dengan Tepat

Simpan jagung kering atau campuran pakan dalam wadah bersih di tempat sejuk, kering, berventilasi, dan terlindung dari hama. Beri label tanggal serta gunakan persediaan yang lebih dahulu masuk.

Saat mulai memberi pakan berbahan jagung, lakukan penyesuaian bertahap dan amati kondisi ternak. Hentikan penggunaan bahan yang berbau apek, menggumpal, atau berjamur, lalu periksa kembali penyimpanannya.

Kesimpulan

Cara mengolah jagung untuk pakan ternak mencakup pemilihan, pemipilan, pengeringan, pembersihan, penggilingan, pencampuran, dan penyimpanan. Petani juga dapat memanfaatkan batang serta daun sebagai hijauan atau silase melalui proses berbeda.

Jagung perlu menjadi bagian dari ransum seimbang, bukan satu-satunya sumber nutrisi ternak. Kunjungi Rumah Mesin untuk melihat peralatan pemipilan dan pengolahan jagung sesuai kebutuhan usaha.